Korupsi Dana Pendidikan Mencapai Rp. 619 M Dalam 10 Tahun Terakhir

28/08/2013 17:58 28/08/2013 17:58

Sinindo : Jakarta - Dalam sepuluh tahun terakhir,  setidaknya ada 296 kasus korupsi pendidikan dengan 479 orang tersangka yang terjadi  di Indonesia. Indikasi kerugian keuangan negara mencapai Rp. 619 miliar. Hal tersebut berdasarkan hasil kajian Indonesia Corruption Watch (ICW) atas kasus korupsi pendidikan dari 2003 hingga 2013.  Demikian disampaikan Siti Juliantari, Peneliti Divisi Monitoring Pelayanan Publik ICW di Kantor ICW, Jakarta, Rabu (28/8).

"Paling banyak terungkap di tahun 2008. Di antaranya dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) dan DAK (Dana Alokasi Khusus)," kata Siti

Selain itu, ICW juga menyimpulkan, dari 479 tersangka yang menggerogoti dana pendidikan itu justru dilakukan oleh pejabat dan pegawai Dinas Pendidikan.  "Tersangka paling banyak di Dinas Pendidikan. 71 orang di antaranya adalah Kepala Dinas Pendidikan, 179 orang pegawai Dinas Pendidikan, dan 114 rekanan mereka," tambah Siti.

Dari hasil penelitian ICW, dari tahun ke tahun pola korupsi pendidikan masih menggunakan modus yang sama yakni penggelapan dan mark up. "Korupsi di sektor pendidikan sudah terjadi sejak perencanaan. Dan ini sangat menciderai hak warga negara untuk mendapat pendidikan berkualitas," ucapnya.

Walaupun  jumlah kasus korupsi pendidikan tidak meningkat namun kerugian negara semakin meningkat drastis setiap tahunnya.  (Yosef)

Add comment


Security code
Refresh

H U K U M

N A S I O N A L

E D I T O R I A L



E K O N O M I